Asia Tenggara, wilayah tropis yang banyak hujan, memiliki tanah lunak yang luas seperti tanah liat berlumpur dan gambut—yang dicirikan oleh kandungan air yang tinggi, daya dukung yang rendah, dan deformasi lateral yang besar. Hal ini telah lama menjadi masalah dalam konstruksi tiang pancang: peralatan tradisional sering menyebabkan runtuhnya lubang, pengurangan diameter, dan pergeseran tiang pancang, yang merusak kualitas dan menunda jadwal. Misalnya, tanah lunak di dataran Vietnam selatan dan Phuket di Thailand seringkali memiliki ketebalan beberapa hingga lebih dari sepuluh meter; musim hujan meningkatkan permukaan air tanah, sehingga meningkatkan kesulitan konstruksi.
Menanggapi permasalahan ini, T-WORKS mengoptimalkan sistem pemancangan tiangnya menggunakan data survei geologi lokal: mereka meningkatkan kotak penjepit tiang (memastikan vertikalitas tiang di tanah lunak melalui stabilitas, panduan, dan penyesuaian dinamis) dan sistem parameter pengeboran (menyesuaikan parameter berdasarkan jenis tanah seperti lumpur dan pasir untuk menghindari kegagalan konstruksi akibat tanah yang sensitif). Mereka juga meningkatkan sistem pembuangan panas dan anti-korosi untuk meningkatkan keandalan operasional jangka panjang di tengah suhu dan kelembapan tinggi di wilayah tersebut.










